imam's

Sebuah cerita yang pernah saya dapat dari email seorang teman beberapa tahun lalu. Entah cerita ini nyata atau rekayasa, namun membawa banyak hikmah dan motivasi. Apakah seperti ini kehidupan yang orang inginkan???

Seperti biasa Andrew, Kepala Cabang di sebuah perusahaan swasta terkemuka
di Jakarta, tiba di rumahnya pada pukul 9 malam. Tidak seperti biasanya,
Sarah, putra pertamanya yang baru duduk di kelas tiga SD membukakan pintu
untuknya. Nampaknya ia sudah menunggu cukup lama.

“Kok, belum tidur ?” sapa Andrew sambil mencium anaknya.

Biasanya Sarah memang sudah lelap ketika ia pulang dan baru terjaga ketika
ia akan berangkat ke kantor pagi hari.

Sambil membuntuti sang Papa menuju ruang keluarga, Sarah menjawab, “Aku
nunggu Papa pulang. Sebab aku mau tanya berapa sih gaji Papa ?”

“Lho tumben, kok nanya gaji Papa ? Mau minta uang lagi, ya ?”

“Ah, enggak. Pengen tahu aja” ucap Sarah singkat.

“Oke. Kamu boleh hitung sendiri. Setiap hari Papa bekerja sekitar 10 jam
dan dibayar Rp. 400.000,-. Setiap bulan rata-rata dihitung 22 hari kerja.
Sabtu dan Minggu libur, kadang Sabtu Papa masih lembur. Jadi, gaji Papa
dalam satu bulan berapa, hayo ?”

Sarah berlari mengambil kertas dan pensilnya dari meja belajar sementara
Papanya melepas sepatu dan menyalakan televisi. Ketika Andrew beranjak
menuju kamar untuk berganti pakaian, Sarah berlari mengikutinya. “Kalo
satu hari Papa dibayar Rp. 400.000,- untuk 10 jam, berarti satu jam Papa
digaji Rp.

40.000,- dong” katanya.

“Wah, pinter kamu. Sudah, sekarang cuci kaki, tidur” perintah Andrew

Tetapi Sarah tidak beranjak. Sambil menyaksikan Papanya berganti pakaian,
Sarah kembali bertanya, “Papa, aku boleh pinjam uang Rp. 5.000,- enggak ?”

“Sudah, nggak usah macam-macam lagi. Buat apa minta uang malam-malam
begini ? Papa capek. Dan mau mandi dulu. Tidurlah”.

“Tapi Papa…”

Kesabaran Andrew pun habis. “Papa bilang tidur !” hardiknya mengejutkan
Sarah. Anak kecil itu pun berbalik menuju kamarnya.

Usai mandi, Andrew nampak menyesali hardiknya. Ia pun menengok Sarah di
kamar tidurnya. Anak kesayangannya itu belum tidur. Sarah didapati sedang
terisak-isak pelan sambil memegang uang Rp. 15.000,- di tangannya.

Sambil berbaring dan mengelus kepala bocah kecil itu, Andrew berkata,
“Maafkan Papa, Nak, Papa sayang sama Sarah. Tapi buat apa sih minta uang
malam-malam begini ? Kalau mau beli mainan, besok bisa. Jangankan Rp.
5.000,- lebih dari itu pun Papa kasih” jawab Andrew.. “Papa, aku enggak minta uang. Aku hanya pinjam. Nanti aku kembalikan kalau
sudah menabung lagi dari uang jajan selama minggu ini”.

“lya, iya, tapi buat apa ?” tanya Andrew lembut.

“Aku menunggu Papa dari jam 8. Aku mau ajak Papa main ular tangga. Tiga
puluh menit aja. Mama sering bilang kalo waktu Papa itu sangat berharga.
Jadi, aku mau ganti waktu Papa. Aku buka tabunganku, hanya ada Rp.
15.000,- tapi karena Papa bilang satu jam Papa dibayar Rp. 40.000,- maka
setengah jam aku harus ganti Rp. 20.000,-. Tapi duit tabunganku kurang Rp.
5.000, makanya aku mau pinjam dari Papa” kata Sarah polos.

Andrew pun terdiam. ia kehilangan kata-kata. Dipeluknya bocah kecil itu
erat-erat dengan perasaan haru. Dia baru menyadari, ternyata limpahan
harta yang dia berikan selama ini, tidak cukup untuk “membeli” kebahagiaan.

Yah… uang saja tidak cukup, waktu yang kita bisa berikan pada anak kita bisa jadi jauh lebih berharga dan diinginkan oleh anak kita. Ada anak yang lebih dekat dengan pembantu daripada dengan orang tua sendiri. Ada orang tua yang waktunya lebih banyak dengan kantor daripada di rumah.. Berangkat kerja pagi-pagi, sebelum anak bangun. pulang ke rumah malam hari, setelah anak sudah tidur. Sehingga anak lupa sama orang tua sendiri, hehe.. Yah… Alangkah indah ketika mempunyai waktu yang banyak dan juga uang yang banyak sehingga bisa bersama anak-anak tercinta.

Read More …

Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan,

yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya…..
Akan sering merasa kangen sekali dengan ibunya.

Lalu bagaimana dengan Ayah?

Mungkin karena ibu lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari,
tapi tahukah kamu, jika ternyata ayah-lah yang mengingatkan Ibu untuk menelponmu?

Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Ibu-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng,
tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Ayah bekerja dan dengan wajah lelah Ayah selalu menanyakan pada Ibu

tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?

Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil……
Ayah biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda.
Dan setelah Ayah mengganggapmu bisa, Ayah akan melepaskan roda bantu di sepedamu…

Kemudian Ibu bilang : “Jangan dulu Ayah, jangan dilepas dulu roda bantunya” ,
Ibu takut putri manisnya terjatuh lalu terluka….
Tapi sadarkah kamu?

Bahwa Ayah dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan

menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.

Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Ibu menatapmu iba..
Tetapi Ayah akan mengatakan dengan tegas : “Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang”

Tahukah kamu, Ayah melakukan itu karena Ayah tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?

Saat kamu sakit pilek, Ayah yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata :
“Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!”.
Berbeda dengan Ibu yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut.
Ketahuilah, saat itu Ayah benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.

Ketika kamu sudah beranjak remaja….
Kamu mulai menuntut pada Ayah untuk dapat izin keluar malam, dan Ayah bersikap tegas dan mengatakan: “Tidak boleh!”.
Tahukah kamu, bahwa Ayah melakukan itu untuk menjagamu?
Karena bagi Ayah, kamu adalah sesuatu yang sangat – sangat luar biasa berharga..

Setelah itu kamu marah pada Ayah, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu…
Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Ibu….
Tahukah kamu, bahwa saat itu Ayah memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya,
Bahwa Ayah sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?

Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu,

Ayah akan memasang wajah paling cool sedunia…. :’)
Ayah sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu..

Sadarkah kamu, kalau hati Ayah merasa cemburu?
Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Ayah melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya.

Maka yang dilakukan Ayah adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir…
Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut – larut…
Ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Ayah akan mengeras dan Ayah memarahimu.. .
Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Ayah akan segera datang?

“Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Ayah”
Setelah lulus SMA, Ayah akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Sarjana.
Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Ayah itu semata – mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti…
Tapi toh Ayah tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Ayah..

Ketika kamu menjadi gadis dewasa…..Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain…
Ayah harus melepasmu di bandara.

Tahukah kamu bahwa badan Ayah terasa kaku untuk memelukmu?
Ayah hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini – itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati. .
Padahal Ayah ingin sekali menangis seperti Ibu dan memelukmu erat-erat.

Yang Ayah lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata “Jaga dirimu baik-baik ya sayang”.
Ayah melakukan itu semua agar kamu KUAT…kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.
Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Ayah.

Ayah pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.
Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Ayah tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan….

Kata-kata yang keluar dari mulut Ayah adalah : “Tidak….. Tidak bisa!”
Padahal dalam batin Ayah, Ia sangat ingin mengatakan “Iya sayang, nanti Ayah belikan untukmu”.

Tahukah kamu bahwa pada saat itu Ayah merasa gagal membuat anaknya tersenyum?

Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana.
Ayah adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu.
Ayah akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat “putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang”

Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada Ayah untuk mengambilmu darinya.
Ayah akan sangat berhati-hati memberikan izin..
Karena Ayah tahu……

Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.

Dan akhirnya….
Saat Ayah melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Ayah pun tersenyum bahagia…..
Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Ayah pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis?

Ayah menangis karena papa sangat berbahagia, kemudian Ayah berdoa…..
Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Ayah berkata:

“Ya Allah, ya Tuhanku …..Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita dewasa yang cantik….
Bahagiakanlah ia bersama suaminya…”

Setelah itu Ayah hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk…
Ayah telah menyelesaikan tugasnya menjagamu …..

Ayah, Bapak, atau Abah kita…Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat…
Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis…
Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. .

Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa “KAMU BISA” dalam segala hal..


(untuk anak2ku tersayang..)
Read More …

Jika seorang istri menangis dihadapanmu, itu berarti dia tidak dapat menahannya lagi...

Jika kau memegang tangannya saat dia menangis, dia akan tinggal bersamamu sepanjang hidupmu..

Jika kau membiarkannya pergi, dia tidak akan kembali menjadi dirinya yang dulu, selamanya!

Seorang istri tidak akan menangis dengan mudah, kecuali didepan orang yang sangat dia sayangi, dia akan menjadi lemah!

Seorang istri tidak akan menangis dengan mudah, hanya jika dia sangat menyayangimu. Dia akan menurunkan rasa EGOnya.

Wahai suami2, jika seorang istri pernah menangis karenamu, tolong pegang tangannya dengan penuh pengertian. Karena dia adalah orang yang akan tetap bersamamu sepanjang hidupmu disaat kau terpuruk terlalu dalam ...

Wahai suami2, jika seorang istri menangis karenamu, tolong jangan menyia-nyiakannya.

Mungkin, karena keputusanmu, kau merusak kehidupannya. Saat dia menangis didepanmu, saat dia menangis karenamu. Lihatlah jauh kedalam matanya. Dapatkah kau lihat dan kau rasakan SAKIT yang dirasakannya karenamu ?

Pada hari penciptaan PEREMPUAN. MALAIKAT bertanya kepada TUHAN " Apakah keistimewaan dari ciptaanMU ini ? "

Lalu TUHAN menjawab " Ada banyak KEISTIMEWAAN yang dimiliki oleh ciptaanKU ini"..

Dibalik KELEMBUTANYA dia memiliki kekuatan yang begitu dahsyat..

TUTUR katanya merupakan KEBENARAN..

SENYUMAN'nya adalah SEMANGAT bagi orang yang dicintainya. .

PELUKAN & CIUMAN’nya bisa memberi KEHANGATAN bagi anak2nya..

Dia TERSENYUM bila melihat temannya tertawa..

Dia TERHARU

Dia MENANGIS bila melihat KESENGSARAAN pd org2 yg dikasihinya...

Dia mampu TERSENYUM dibalik KESEDIHAN'nya. .

Dia sangat GEMBIRA melihat KELAHIRAN..

Dia begitu sedih melihat KEMATIAN..

TETESAN air matanya bisa membawa PERDAMAIAN..

Tapi dia sering dilupakan oleh SUAMI krn 1 hal

"...Apa itu Yaa TUHAN ??

Bahwa "Betapa BERHARGAnya dia"...
Read More …

Lomba E-voting

Voting merupakan cara untuk mengambil keputusan penting yang berkaitan dengan hajat hidup orang banyak. Dalam suatu negara yang menganut sistem demokrasi, voting digunakan untuk mengambil keputusan yang sangat penting seperti memilih pemimpin wilayah kecil sampai pemimpin negara. Di Indonesia, voting digunakan untuk memilih wakil-wakil rakyat, memilih bupati atau kepala desa dan presiden.

Dalam pelaksanaan kegiatan voting, sering terjadi kesalahan-kesalahan yang disebabkan oleh human error atau penyimpangan oleh sebagian golongan masyarakat. Hal ini sering menimbulkan kontroversi karena kurangnya kepercayaan terhadap penyelenggara kegiatan tersebut. Oleh karena itu kegiatan voting membutuhkan prosedur pelaksanaan yang dapat menjamin kerahasiaan dan keabsahan dari hasil pelaksanaannya untuk menghindari terjadinya kontroversi.

Pemanfaatan teknologi informasi dalam kegiatan voting (e-Voting) merupakan salah satu solusi untuk menghindari masalah-masalah yang menyebabkan terjadinya konflik dalam kegiatan voting. Dengan menerapkan e-voting diharapkan proses voting menjadi lebih baik.

Menteri Negara Riset dan Teknologi, Suharna Surapranata, pernah mengungkapkan pada saat beliau menjadi pembicara kunci dalam dialog nasional tentang e-voting di gedung Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Jakarta tanggal 19 Mei 2010 bahwa penerapan e-Voting dalam pemilihan umum dianggap mampu meningkatkan gairah industri teknologi informasi. (http://www.republika.co.id).

Pemilihan umum secara elektronik telah dilakukan di beberapa negara seperti Amerika Serikat, India, Philipina dan sebagainya, sedangkan di Indonesia Pemerintah Jembrana- Bali sudah menerapkannya untuk pemilihan kepala dusun (kajian bppt tentang e-voting). Diharapkan dengan berhasilnya implementasi Elektronik KTP tahun 2012 maka Indonesia akan mampu melaksanakan E-Voting tahun 2014.

Oleh karena itu, BPPT dalam rangka HUT ke-32 dan menyambut Hari Kebangkitan Teknologi Nasional, menyelenggarakan lomba rancang bangun perangkat dan sistem E-voting untuk menggali kreativitas dan inovatif pemanfaatan TIK dalam pelaksanaan PEMILU, diharapkan hasil lomba rancang bangun e-voting akan memberikan kontribusi besar untuk pelaksanaan pesta demokrasi pemilihan umum 2014.
Read More …

Who can say where the road goes,
Where the day flows, only time?
And who can say if your love grows,
As your hearth chose, only time?

Who can say why your heart sights,
As your live flies, only time?
And who can say why your heart cries
when your love lies, only time?

Who can say when the roads meet,
That love might be ,in your heart?
and who can say when the day sleeps,
and the night keeps all your heart?
Night keeps all your heart.....

Who can say if your love groves,
As your heart chose, only time?
And who can say where the road goes
Where the day flows, only time?

Who knows? Only time
Who knows? Only time

Read More …


  • PDIS merupakan salah satu unit kerja dibawah Sekretaris Utama
  • PDIS terdiri dari 4 bidang yaitu Bid. Perpustakaan, Standardisasi, Sistem Jaringan dan Data Informasi serta 1 subbag Tata Usaha
  • Jumlah SDM: 37 pegawai, 14 pejabat struktural serta beberapa pejabat Fungsional, Perekayasa dan Pustakawan.
  • Lokasi kantor: Gedung I lantai 11 dan Gedung II lantai 4 (Perpustakaan)
Read More …


Acara Nonton bareng Piala Dunia yang diselenggarakan oleh RCTI berjalan syukur Alhamdulilah lancar. Dan muncul ide logo gambar sendiri untuk mengingatnya hehe.....















Dan ini lagunya teh Shakira ...

Read More …

hugz ... gielee bro ... barusan berita yang gw baca nich...kayak mo pesta seks massal saja .....

Semua pemilik hotel di Cape Town akan mendistribusikan 160 ribu kondom selama Piala Dunia Afrika Selatan nanti sebagai salah satu bagian dari penyebaran satu juta kondom yang dicanangkan oleh pemerintah Afrika Selatan untuk mencegah HIV/AIDS.

Selama Piala Dunia nanti, Departeman Kesehatan Afrika Selatan akan menyebarkan satu juta kondom pada sekitar 100 hotel lokal di sekitar lokasi acara. Kegiatan ini merupakan bagian dari kampanye pemerintah Afsel untuk mencegah penyebaran HIV yang cukup tinggi di Afsel. Bersama dengan kondom, pemerintah juga akan menyertakan petunjuk penggunaan salah satu alat kontra sepsi tersebut.

"Kami mendistribusikan satu juta kondom ke seluruh daerah di Afrika Selatan. Kami kira tempat terbaik untuk menggunakan kondom adalah di tempat tidur dan karenanya kami akan menyebarkannya di hotel-hotel. Seks yang baik adalah seks yang aman," ujar Kai Crooks-Chissano, proyek manajer Koalisi Bisnis Afrika Selatan untuk HIV/AIDS, pada Yahoosport.

Untuk saat ini, diperkirakan 5,7 dari 48 juta jiwa penduduk Afrika Selatan terjangkit HIV positif. Berdasarkan UN AIDS, Afrika Selatan merupakan target utama untuk upaya pencegahan salah satu penyakit berbahaya di dunia itu setelah bertahun-tahun gagal.

Read More …



Akhirnya dengan penantian yang serba was-was dan penuh harap mucul juga berita yang ditunggu-tunggu,..kampung bola kami keluar sebagai Pemenang Hadiah Hiburan. Berulang Hp bunyi mendapatkan kontak dari team RCTI untuk konfirmasi tentang Lahan cara Panggung Nonton Bareng ,,... whuuiihhh bertambah satu pengalaman baru dalam sejarah hidup-ku .....
Thank's Alot for all ...
Read More …


Sebenarnya ini bukan tentang kematianmu, bukan itu.

Karena, aku tahu bahwa semua yang ada pasti menjadi tiada pada akhirnya,dan kematian adalah sesuatu yang pasti, dan kali ini adalah giliranmu untuk pergi, aku sangat tahu itu.

Tapi yang membuatku tersentak sedemikian hebat, adalah kenyataan bahwa kematian benar-benar dapat memutuskan kebahagiaan dalam diri seseorang, sekejap saja, lalu rasanya mampu membuatku menjadi nelangsa setengah mati, hatiku seperti tak di tempatnya, dan tubuhku serasa kosong melompong, hilang isi.

Kau tahu sayang, rasanya seperti angin yang tiba-tiba hilang berganti kemarau gersang.

Pada airmata yang jatuh kali ini, aku selipkan salam perpisahan panjang, pada kesetiaan yang telah kau ukir, pada kenangan pahit manis selama kau ada,aku bukan hendak megeluh, tapi rasanya terlalu sebentar kau disini.

Mereka mengira aku lah kekasih yang baik bagimu sayang,tanpa mereka sadari, bahwa kaulah yang menjadikan aku kekasih yang baik.

mana mungkin aku setia padahal memang kecenderunganku adalah mendua, tapi kau ajarkan aku kesetiaan, sehingga aku setia, kau ajarkan aku arti cinta, sehingga aku mampu mencintaimu seperti ini.

Selamat jalan,

Kau dari-Nya, dan kembali pada-Nya,
kau dulu tiada untukku, dan sekarang kembali tiada.

selamat jalan sayang, cahaya mataku, penyejuk jiwaku,

selamat jalan, calon bidadari surgaku ....

BJ.HABIBIE
Read More …



Pembuatan hiasan kampung bola di tempat kami sebenarnya berangkat dari ide warga dan karena memang ide positif maka didukunglah oleh para ketua RT manakala ide tersebut kami (pengurus RW) kemukakan saat forum pertemuan RT-RW. Mengingat waktunya sudah sangat pendek hanya sekitar 10 hari kerja dari dead line batas waktu perngiriman maka ide untuk mengangkat kesebelasan Inggris tidak mendapat banyak perdebatan berarti dari warga.

Pekerjaan ini dimulai pembuatan kerangka Gapura gerbang pintu masuk blok G - RW.22, ternyata mengerjakan ini tidaklah semudah yang kami kira. Mulai dari segi pendanaan yang sangat minim hingga akhirnya para sesepuh RW-pun jadi turun tangan untuk mendapatkan derma donatur dari warga. Syukur Alhamdulilah rupanya warga Perumahan Taman Alamanda khususnya RW.22 (Blok G & blok H) sangat baik, terbukti dari mengalirnya sisi donatur yang akhirnya dapat mencukupi.

Selanjutnya proses pekerjaan fisikpun harus kami kerjakan pada malam hari, mengingat pagi hingga sore hari semua warga sibuk bekerja. Jadi kamipun harus rela begadang demi terwujudnya “Kampung Bola RW.22 - Perum Taman Alamanda”.

Banyak pengalaman yang kami rasakan. Pengalaman lucu waktu kami buat replika bola besar sepertinya sudah sesuai teknis (menurut kami) namun hasilnya benjol-benjol, ada juga warga yang terluka karena kena golok waktu membelah bambu namun tidak parah, pakaian / celana yang bertambah warna karena cat, juga kemunculan seekor ular dari bawah batu yang kami angkat untuk diijadikan penguat struktur tiang.

Kesimpulan dari semua itu adalah:

Pertama : Rasa kebersamaan dalam kegiatan ternyata masyarakat kita tidak luntur budaya sosialnya walaupun terdiri dari berbagai suku dan agama.

Kedua : Bertambahnya Agenda Kegiatan Lingkungan khusunya RW.22 Perum. Taman Alamanda.

Ketiga : RW.22 Perum Taman Alamanda adalah pelopor “Kampung Bola” karena RT / RW Perumhan Sekitar tidak ada yang membuat.

Keempat : Memperetat Silaturahmi antar warga.

Kelima : Salah satu bentuk kepedulian terhadap event Dunia dalam hal ini kegiatan Olahrga Sepak Bola.

Dan masih banyak lagi sisi positif apabila kita dapat ambil hikmah dari acara “Kampung Bola”.

Namun disamping itu ada hal yang membuat kami sedih manakala membaca tentang “Para Pembuat Baju Timnas Inggris Asal Indonesia Disiksa”. (threadnya ada di http://www.kaskus.us/showthread.php?t=3949468)

Di situ dituliskan :

apa agan semua tau kalo baju yang bakalan dipake buat timnas inggris 2010 dibuat di tanggerang????? sedikit bangga emang... tapi kalo ente tau bahwa mereka yang ngebuat disiksa untuk ngebuat baju baju itu? sedih rasanya

Kaos timnas Inggris untuk Piala Dunia 2010 besok adalah buatan PT Tuntex yang hanya dibayar sebesar 2 Poundsterling sehari, bekerja selama 12 jam perhari untuk membuat kaos itu. dan asal agan tau, setiap baju yang merka buat harganya 49 pounds, itu sama aja hampir dengan 25x gajih mereka selama 12 jam

Seseorang pekerja mengatakan kepada kami: "Kami semua bekerja lembur maksimal karena gaji pokok tidak cukup untuk hidup dan menjaga keluarga kita. Yang bekerja sangat keras dan membayar namun tidak baik pekerjaan sulit didapat."

Para pekerja terus-menerus diawasi oleh supervisor berpatroli diperintahkan untuk memperingati siapa pun tertangkap mengobrol atau mengambil foto.

Sedangkan thread luar-nya:

http://www.newsoftheworld.co.uk/news/358888/Sweat-shop-labourers-paid-just-pound2-a-day-to-churn-out-pound49-England-football-kit.html

Terlepas dari benar tidak isi berita tersebut kami berharap semoga Bangsa dan Negara Indonesia kedapannya akan semakin kuat dalam berbagai aspek kehidupan agar dapat menjadi sebuah Negara yang Besar dan Super Power.

Read More …

Sepasang suami isteri - seperti pasangan lain di kota-kota besar meninggalkan anak-anak diasuh pembantu rumah sewaktu bekerja. Anak tunggal pasangan ini, perempuan cantik berusia tiga setengah tahun. Sendirian ia di rumah dan kerap kali dibiarkan pembantunya karena sibuk bekerja di dapur.

Bermainlah dia bersama ayun-ayunan di atas buaian yang dibeli ayahnya, ataupun memetik bunga dan lain-lain di halaman rumahnya.

Suatu hari dia melihat sebatang paku karat. Dan ia pun mencoret lantai tempat mobil ayahnya diparkirkan, tetapi karena lantainya terbuat dari marmer maka coretan tidak kelihatan. Dicobanya lagi pada mobil baru ayahnya. Ya... karena mobil itu bewarna gelap, maka coretannya tampak jelas. Apalagi anak-anak ini pun membuat coretan sesuai dengan kreativitasnya.

Hari itu ayah dan ibunya bermotor ke tempat kerja karena ingin menghindari macet. Setelah sebelah kanan mobil sudah penuh coretan maka ia beralih ke sebelah kiri mobil. Dibuatnya gambar ibu dan ayahnya, gambarnya sendiri, lukisan ayam, kucing dan lain sebagainya mengikut imaginasinya. Kejadian itu berlangsung tanpa disadari oleh si pembantu rumah.

Saat pulang petang, terkejutlah pasangan suami istri itu melihat mobil yang baru setahun dibeli dengan bayaran angsuran yang masih lama lunasnya. Si bapak yang belum lagi masuk ke rumah ini pun terus menjerit, "Kerjaan siapa ini !!!" ....
Pembantu rumah yang tersentak dengan jeritan itu berlari keluar. Dia juga beristighfar. Mukanya merah padam ketakutan lebih2 melihat wajah bengis tuannya. Sekali lagi diajukan pertanyaan keras kepadanya, dia terus mengatakan ' Saya tidak tahu..tuan." "Kamu dirumah sepanjang hari, apa saja yg kau lakukan?" hardik si isteri lagi.

Si anak yang mendengar suara ayahnya, tiba-tiba berlari keluar dari kamarnya. Dengan penuh manja dia berkata "Dita yg membuat gambar itu ayahhh.. cantik ...kan!" katanya sambil memeluk ayahnya sambil bermanja seperti biasa..

Si ayah yang sudah hilang kesabaran mengambil sebatang ranting kecil dari pohon di depan rumahnya, terus dipukulkannya berkali2 ke telapak tangan anaknya.

Si anak yang tak mengerti apa apa menagis kesakitan, pedih sekaligus ketakutan. Puas memukul telapak tangan, si ayah memukul pula belakang tangan anaknya. Sedangkan Si ibu cuma mendiamkan saja, seolah merestui dan merasa puas dengan hukuman yang dikenakan.

Pembantu rumah terbengong, tdk tahu hrs berbuat apa... Si ayah cukup lama memukul-mukul tangan kanan dan kemudian ganti tangan kiri anaknya. Setelah si ayah masuk ke rumah diikuti si ibu, pembantu rumah tersebut menggendong anak kecil itu, membawanya ke kamar.

Dia terperanjat melihat telapak tangan dan belakang tangan si anak kecil luka2 dan berdarah. Pembantu rumah memandikan anak kecil itu. Sambil menyiramnya dengan air, dia ikut menangis. Anak kecil itu juga menjerit-jerit menahan pedih saat luka2nya itu terkena air. Lalu si pembantu rumah menidurkan anak kecil itu. Si ayah sengaja
membiarkan anak itu tidur bersama pembantu rumah.

Keesokkan harinya, kedua belah tangan si anak bengkak. Pembantu rumah mengadu ke majikannya. "Oleskan obat saja!" jawab bapak si anak.

Pulang dari kerja, dia tidak memperhatikan anak kecil itu yang menghabiskan waktu di kamar pembantu. Si ayah konon mau memberi pelajaran pada anaknya. Tiga hari berlalu, si ayah tidak pernah menjenguk anaknya sementara si ibu juga begitu, meski setiap hari bertanya kepada pembantu rumah. "Dita demam, Bu"...jawab pembantunya ringkas. "Kasih minum panadol aja ," jawab si ibu.
Sebelum si ibu masuk kamar tidur dia menjenguk kamar pembantunya.
Saat dilihat anaknya Dita dalam pelukan pembantu rumah, dia menutup lagi pintu kamar pembantunya.

Masuk hari keempat, pembantu rumah memberitahukan tuannya bahwa suhu badan Dita terlalu panas. "Sore nanti kita bawa ke klinik.. Pukul 5.00 sudah siap" kata majikannya itu.

Sampai saatnya si anak yang sudah lemah dibawa ke klinik. Dokter mengarahkan
agar ia dibawa ke rumah sakit karena keadaannya susah serius. Setelah beberapa hari di rawat inap dokter memanggil bapak dan ibu anak itu. "Tidak ada pilihan.." kata dokter tersebut yang mengusulkan agar kedua tangan anak itu dipotong karena sakitnya sudah terlalu parah dan infeksi akut...

"Ini sudah bernanah, demi menyelamatkan nyawanya maka kedua tangannya harus dipotong dari siku ke bawah" kata dokter itu.

Si bapak dan ibu bagaikan terkena halilintar mendengar kata-kata itu. Terasa dunia berhenti berputar, tapi apa yg dapat dikatakan lagi.

Si ibu meraung merangkul si anak. Dengan berat hati dan lelehan air mata isterinya, si ayah bergetar tangannya menandatangani surat persetujuan pembedahan.

Keluar dari ruang bedah, selepas obat bius yang disuntikkan habis, si anak menangis kesakitan. Dia juga keheranan melihat kedua tangannya berbalut kasa putih.

Ditatapnya muka ayah dan ibunya. Kemudian ke wajah pembantu rumah. Dia mengerutkan dahi melihat mereka semua menangis.

Dalam siksaan menahan sakit, si anak bersuara dalam linangan air mata.
"Ayah.. ibu... Dita tidak akan melakukannya lagi.... Dita tak mau lagi ayah pukul. Dita tak mau jahat lagi... Dita sayang ayah.. sayang ibu.", katanya berulang kali membuatkan si ibu gagal menahan rasa sedihnya.

"Dita juga sayang Mbok Narti.." katanya memandang wajah pembantu rumah, sekaligus membuat wanita itu meraung histeris.

"Ayah.. kembalikan tangan Dita. Untuk apa diambil.. Dita janji tidak akan mengulanginya lagi! Bagaimana caranya Dita mau makan nanti?...
Bagaimana Dita mau bermain nanti?... Dita janji tdk akan mencoret2 mobil lagi, " katanya berulangulang.

Serasa hancur hati si ibu mendengar kata-kata anaknya. Meraung2 dia sekuat hati namun takdir yang sudah terjadi tiada manusia dapat menahannya. Nasi sudah jadi bubur.

Pada akhirnya si anak cantik itu meneruskan hidupnya tanpa kedua tangan dan ia masih belum mengerti mengapa tangannya tetap harus dipotong meski sudah minta maaf ...

Tahun demi tahun kedua orang tua tsb menahan kepedihan dan kehancuran bathin sampai suatu saat Sang Ayah tak kuat lagi menahan kepedihannya dan wafat diiringi tangis penyesalannya yg tak bertepi...,

Namun...., si Anak dengan segala keterbatasan dan kekurangannya tsb tetap hidup tegar bahkan sangat sayang dan selalu merindukan ayahnya..

(diceritakan kembali oleh istriku tersayang)
Read More …


Ini film bisa bikin gue netesin air mata, gilee bangett.. setia selama hampir 10 tahun nungguin majikanya .....bagus dech gak bo'ong.

Diambil dari kisah nyata seekor anjing jantan jenis Akita Inu kelahiran Odate, Prefektur Akita. Ia terus dikenang sebagai lambang kesetiaan anjing terhadap majikan. Setelah majikannya meninggal, Hachiko terus menunggu majikannya yang tidak kunjung pulang di Stasiun Shibuya, Tokyo.

Kisah ini kembali diceritakan oleh Lasse Hallstrom, dengan alur yang sedikit berbeda, namun tetap pada inti yang sama. Berkisah tentang Hachi, seekor anjing yang ditemui seorang professor, Mr. Parker Wilson (Richard Gere) disebuah stasiun kereta. Tak tega melihat Hachi sendirian di stasiun, Parker memutuskan untuk membawanya pulang.

Pada awalnya Parker tidak pernah berniat untuk memelihara Hachi, namun karena sulitnya mencari seseorang untuk merawat Hachi, bahkan rumah penampungan hewan pun tidak bisa lagi menampungnya, maka akhirnya Parker memutuskan memelihara Hachi.

Setiap harinya Hachi selalu mengantarkan Parker berangkat ke kantor, sampai di depan stasiun kereta. Dan kembali menunggu Parker pulang, tepat setiap jam 5, didepan jam besar yang berada didepan stasiun. Kebiasaan Hachi telah dikenal orang-orang disekitar stasiun, Hachi menjadi sangat terkenal dan disayangi oleh mereka.

Suatu hari Hachi, yang tidak pernah mau bermain lempar bola dengan Parker, tiba-tiba mengajak Parker untuk melakukannya, semua hal itu meninggalkan kesan tersendiri bagi Parker.

Namun sayang, ternyata hari itu adalah hari terakhir Hachi bertemu Parker. Parker meninggal dunia ketika sedang mengajar di kelas. Dengan kepergian Parker, Cate (Joan Allen), istri Parker memutuskan untuk tinggal bersama Andy (Sarah Roemer) anak mereka dan meninggalkan rumah yang biasa Parker, Cate dan Hachi tinggali.

Kepindahan tersebut rupanya tidak merubah kebiasaan Hachi yang selalu menunggu Parker pulang di depan stasiun. Berkali-kali Hachi berusaha kabur dari rumah Andy, hanya untuk menunggu Parker pulang, yang sebenarnya tidak akan pernah pulang kembali.

Merasa tidak ingin mengekang Hachi, pada akhirnya Andy membiarkan Hachi pergi untuk melakukan kebiasaannnya. Setiap harinya selama 9 tahun, tanpa mengenal musim dingin ataupun panas, Hachi tetap menunggu Parker pulang setiap jam 5 sore dan pergi meninggalkan stasiun untuk beristirahat dibawah kereta ketika malam sudah datang. Hachi hanya hidup dari belas kasihan orang-orang yang telah mengenalnya di sekitar stasiun. Setelah 9 tahun pada akhirnya Hachi meninggal tepat ditempat biasa dia menunggu Parker.
Read More …


Sukar untuk orang lain percaya, tapi itulah yang terjadi, ibu saya memang seorang pembohong!. Sepanjang ingatan saya sekurang-kurangnya 8 kali ibu membohongi saya. Saya perlu catatkan segala pembohongan itu untuk dijadikan renungan teman's sekalian. Cerita ini bermula ketika saya masih kecil. Saya lahir sebagai seorang anak lelaki dalam sebuah keluarga sederhana. Makan minum serba kekurangan.

Pembohongan Ibu yang Pertama
Kami sering kelaparan. Adakalanya, selama beberapa hari kami terpaksa makan ikan asin satu keluarga. Sebagai anak yang masih kecil, saya sering merengut. Saya menangis, ingin nasi danlauk yang banyak. Tapi ibu pintar berbohong. Ketika makan, ibu sering membagikan nasinya untuk saya. Sambil memindahkan nasi ke mangkuk saya, ibu berkata : “Makanlah nak ibu tak lapar.”

Pembohongan Ibu yang Kedua
Ketika saya mulai besar, ibu yang gigih sering meluangkan waktu senggangnya untuk pergi memancing di sungai sebelah rumah. Ibu berharap dari ikan hasil pancingan itu dapat memberikan sedikit makanan untuk membesarkan kami. Pulang dari memancing, ibu memasak ikan segar yang mengundang selera. Sewaktu saya memakan ikan itu, ibu duduk disamping kami dan memakan sisa daging ikan yang masih menempel di tulang bekas sisa ikan yang saya makan tadi.

Saya sedih melihat ibu seperti itu. Hati saya tersentuh lalu memberikan ikan yg belum saya makan kepada ibu. Tetapi ibu dengan cepat menolaknya. Ibu berkata : “Makanlah nak, ibu tak suka makan ikan.”

Pembohongan Ibu yang Ketiga
Di awal remaja, saya masuk sekolah menengah. Ibu biasa membuat kue untuk dijual sebagai tambahan uang saku saya dan abang. Suatu saat, pada dinihari lebih kurang pukul 1.30 pagi saya terjaga dari tidur. Saya melihat ibu membuat kue dengan ditemani lilin di hadapannya. Beberapa kali saya melihat kepala ibu terangguk karena ngantuk. Saya berkata : “Ibu, tidurlah, esok pagi ibu kan pergi ke kebun pula.” Ibu tersenyum dan berkata : “Cepatlah tidur nak, ibu belum ngantuk.”

Pembohongan Ibu yang Keempat
Di akhir masa ujian sekolah saya, ibu tidak pergi berjualan kue seperti biasa supaya dapat menemani saya pergi ke sekolah untuk turut menyemangati. Ketika hari sudah siang, terik panas matahari mulai menyinari, ibu terus sabar menunggu saya di luar. Ibu seringkali saja tersenyum dan mulutnya komat-kamit berdoa kepada Illahi agar saya lulus ujian dengan cemerlang. Ketika lonceng berbunyi menandakan ujian sudah selesai, ibu dengan segera menyambut saya dan menuangkan kopi yang sudah disiapkan dalam botol yang dibawanya. Kopi yang kental itu tidak dapat dibandingkan dengan kasih sayang ibu yang jauh lebih kental. Melihat tubuh ibu yang dibasahi peluh, saya segera memberikan cawan saya itu kepada ibu dan menyuruhnya minum. Tapi ibu cepat-cepat menolaknya dan berkata : “Minumlah nak, ibu tak haus!”.

Pembohongan Ibu yang Kelima
Setelah ayah meninggal karena sakit, selepas saya baru beberapa bulan dilahirkan, ibulah yang mengambil tugas sebagai ayah kepada kami sekeluarga. Ibu bekerja memetik cengkeh di kebun, membuat sapu lidi dan menjual kue-kue agar kami tidak kelaparan. Tapi apalah daya seorang ibu. Kehidupan keluarga kami semakin susah dan susah. Melihat keadaan keluarga yang semakin parah, seorang tetangga yang baik hati dan tinggal bersebelahan dengan kami, datang untuk membantu ibu. Anehnya, ibu menolak bantuan itu… Para tetangga sering kali menasihati ibu supaya menikah lagi agar ada seorang lelaki yang menjaga dan mencarikan nafkah untuk kami sekeluarga… Tetapi ibu yang keras hatinya tidak mengindahkan nasihat mereka. Ibu berkata : “Saya tidak perlu cinta dan saya tidak perlu laki-laki”.

Pembohongan Ibu yang Keenam
Setelah kakak-kakak saya tamat sekolah dan mulai bekerja, ibu pun sudah tua. Kakak-kakak saya menyuruh ibu supaya istirahat saja di rumah. Tidak lagi bersusah payah untuk mencari uang. Tetapi ibu tidak mau. Ibu rela pergi ke pasar setiap pagi menjual sedikit sayur untuk memenuhi keperluan hidupnya. Kakak dan abang yang bekerja jauh di kota besar sering mengirimkan uang untuk membantu memenuhi keperluan ibu, pun begitu ibu tetap berkeras tidak mau menerima uang tersebut. Malah ibu mengirim balik uang itu, dan ibu berkata : “Jangan susah-susah, ibu ada uang”.

Pembohongan Ibu yang Ketujuh
Setelah lulus kuliah, saya melanjutkan lagi untuk mengejar gelar sarjana di luar Negeri. Kebutuhan saya di sana dibiayai sepenuhnya oleh sebuah perusahaan besar. Gelar sarjana itu saya sudahi dengan cemerlang, kemudian saya pun bekerja dengan perusahaan yang telah membiayai sekolah saya di luar negeri. Dengan gaji yang agak lumayan, saya berniat membawa ibu untuk menikmati penghujung hidupnya bersama saya di luar negara. Menurut hemat saya, ibu sudah puas bersusah payah untuk kami. Hampir seluruh hidupnya habis dengan penderitaan, pantaslah kalau hari-hari tuanya ibu habiskan dengan keceriaan dan keindahan pula. Tetapi ibu yang baik hati, menolak ajakan saya. Ibu tidak mau menyusahkan anaknya ini dengan berkata; “Tak usahlah nak, ibu tak bisa tinggal di negara orang”.

Pembohongan Ibu yang Kedelapan
Beberapa tahun berlalu, ibu semakin tua. Suatu malam saya menerima berita ibu diserang penyakit liver, yang  telah akut. Dan dokterpun sudah angkat tangan seraya berkata rasanya hanya mukjizat yang dapt kami harapkan . Saya yang ketika itu berada jauh di jakarta. Saat itu sedang ada tugas dari kantor untuk survei tempat. Sayapun mendapat telpepone dari beberapa saudara agar dapat segera pulang menjenguk kondisi ibu. Namun waktu saya teplepon ibu, beliau berkata "sudahlah nak kamu teruskan pekerjaan kamu, Ibu tidak apa-apa". Ketika malam hari dalam tidur saya bermimpi segera pulang untuk menjenguk ibunda tercinta. Saya melihat ibu terbaring lemah di rumah sakit, setelah menjalani pembedahan. Ibu yang kelihatan sangat tua, menatap wajah saya dengan penuh kerinduan. Ibu menghadiahkan saya sebuah senyuman biarpun agak kaku karena terpaksa menahan sakit yang menjalari setiap inci tubuhnya. Saya dapat melihat dengan jelas betapa kejamnya penyakit itu telah menggerogoti tubuh ibu, sehingga ibu menjadi terlalu lemah dan kurus. Saya menatap wajah ibu sambil berlinangan air mata. Saya cium tangan ibu kemudian saya kecup pula pipi dan dahinya. Di saat itu hati saya terlalu pedih, sakit sekali melihat ibu dalam keadaan seperti ini. Tetapi ibu tetap tersenyum dan berkata : “Jangan menangis nak, ibu tak sakit”. Dan ironinya begit saya terbangun apa yang ada di hadapan saya adalah sosok ibunda yang tengah tidur dengan teramat pulas penuh dengan kedamaian dan dengan wajah tersenyum,... sekali lagi ibu berbohong kepadaku karena tak kuasa saya menahan linangan air mata di pelulupk ini,,,,,,

Setelah mengucapkan pembohongan yang kedelapan itu, ibunda tercinta menutup matanya ntuk terakhir kali. Dibalik kebohongannya, tersimpan cintanya yang begitu besar bagi anak2nya.

Teman's beruntung karena masih mempunyai orangtua… Anda boleh memeluk dan menciumnya. Kalau orangtua anda jauh dari mata, anda boleh menelponnya sekarang, dan berkata, “Ibu/Ayah, saya sayang ibu/ayah”. Tapi tidak saya lakukan, hingga kini saya diburu rasa bersalah yang amat sangat karena biarpun saya mengasihi ibu lebih dari segala-galanya, tapi tidak pernah sekalipun saya membisikkan kata-kata itu ke telinga ibu, sampailah saat ibu menghembuskan nafasnya yang terakhir.

Ibu, maafkan saya. Saya sayang ibu…
Read More …

Empat kata yang bikin pria takut :

1. Masa kecil - Orang bilang: "Hantu datang!"

2. Zaman sekolah - Teman bilang: "Guru datang!"

3. Setelah menikah - Sobat bilang: "Istrimu datang!"

4. Sekarang - Selingkuhan bilang: "Mas, bulan ini blom datang!"
Read More …